Jumat, 06 November 2026

            

Berita

Satwa Korban Karhutla di Kebun Anggota RSPO

Habitat satwa di dalam dan sekitar konsesi perusahaan anggota RSPO turut terdampak karhutla.

Jumat, 06 November 2026
Gajah Rahman semasa hidup juga ikut patroli karhutla. Foto: Komunitas for Gajah Rahman via Mongabay.
Gajah Rahman semasa hidup juga ikut patroli karhutla. Foto: Komunitas for Gajah Rahman via Mongabay.

BETAHITA.ID - Habitat satwa di dalam dan sekitar konsesi perusahaan anggota RSPO turut terdampak karhutla. Kelompok masyarakat sipil pun mendesak tanggung jawab lembaga sertifikasi keberlanjutan perkebunan itu.

Penelitian terbaru Geopix menunjukkan risiko kebakaran terhadap habitat penting satwa liar dan keterkaitannya dengan industri kelapa sawit. Mereka menggunakan deteksi titik panas berbasis satelit, pemetaan habitat satwa liar, dan data konsesi hingga rantai pasok kelapa sawit global.

Investigasi ini mencakup 10 anggota RSPO di 10 provinsi penghasil utama kelapa sawit di Indonesia, dengan perhatian khusus pada habitat orangutan, harimau sumatera, dan gajah sumatera.

Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 881.594 deteksi titik panas tercatat di Kalimantan dan Sumatra selama periode 1 Juni hingga 28 Oktober 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 695.955 deteksi di Kalimantan dan 185.639 di Sumatra. 

Kalimantan Tengah mencatat jumlah deteksi tertinggi di Kalimantan, yakni 377.845 deteksi (54,29 persen), sementara Sumatra Selatan mencatat jumlah tertinggi di Sumatera, yakni 118.466 deteksi (63,81 persen). 

Sebagian besar deteksi diklasifikasikan dalam tingkat kepercayaan sedang (medium confidence). 

Distribusi Hotspot dan Habitat Orangutan di Dalam Kawasan Kelapa Sawit RSPO di Kalimantan, 1 Juni – 28 Oktober 2026. Data: Geopix

Paparan titik panas juga teridentifikasi pada habitat satwa liar terancam punah yang telah dipetakan serta konsesi perkebunan kelapa sawit bersertifikat RSPO. 

Di Kalimantan, First Resources Limited tercatat memiliki 3.763 titik panas, disusul Bumitama Agri Ltd. dengan 3.439 titik panas dan Musim Mas Holdings Pte. Ltd. dengan 2.710 titik panas. Perusahaan lain yang teridentifikasi dalam analisis ini meliputi Golden Agri-Resources Ltd., Wilmar International Limited, dan Sinar Mas Group. 

Distribusi Hotspot dan Habitat Orangutan di Dalam Kawasan Perkebunan Kelapa Sawit RSPO di Sumatera, 1 Juni – 28 Oktober 2026. Data: Geopix

Di Sumatra, 74 titik panas tercatat di dalam habitat harimau sumatera yang berkaitan dengan S&G Biofuel Pte. Ltd., sementara lima titik panas tercatat di dalam habitat gajah Sumatra yang berkaitan dengan Kuala Lumpur Kepong Berhad.

Senior Wildlife Campaigner Geopix, Annisa Rahmawati, menyebutkan temuan ini menunjukkan pentingnya menelusuri hubungan korporasi yang melampaui batas konsesi masing-masing perusahaan. Analisis rantai pasok mengidentifikasi keterkaitan yang melibatkan sejumlah grup industri utama, pabrik kelapa sawit, pedagang, kilang pengolahan, hingga pasar internasional, termasuk PTPN III, Royal Golden Eagle, Sinar Mas, Astra Agro Lestari, First Resources, Wilmar Nabati, dan Musim Mas. 

Distribusi Hotspot dan Habitat Gajah Sumatra di Dalam Kawasan Kelapa Sawit Bersertifikat RSPO di Sumatera, 1 Juni – 28 Oktober 2026. Data: Geopix

Menurutnya anggota RSPO dan mitra rantai pasok harus mengidentifikasi, memantau, serta menangani risiko kebakaran di seluruh wilayah operasional dan jaringan pengadaan mereka.

“Pondasi keberlanjutan semakin rapuh, sementara industri kelapa sawit masih tidak menunjukkan tindakan nyata. Komitmen keberlanjutan RSPO sedang terbakar ketika para anggotanya gagal mencegah terjadinya kebakaran hutan yang mematikan ini. Geopix mendesak RSPO untuk membuka daftar anggota yang terhubung dengan kebakaran hutan dan lahan, termasuk para pemasok serta pemasok pihak ketiga mereka,” ucapnya pada Selasa (3/10/2026).

Distribusi Hotspot dan Habitat Harimau Sumatra di Dalam Kawasan Kelapa Sawit Bersertifikat RSPO di Sumatera, 1 Juni – 28 Oktober 2026. Data: Geopix

Sebelumnya Satya Bumi menganalisa seluas 6.883 hektare habitat orangutan terdampak karhutla. Sebesar 78,3 persen diantaranya merupakan habitat orangutan kalimantan. Area kebakaran perkebunan sawit yang masuk dalam anggota RSPO seluas 3.753,63 hektare. Seluas 78,87 ha diantaranya berada di habitat Orangutan dan seluas 1.505,85 ha berada di dalam ekosistem gambut. 

Campaigner Satya Bumi, Riezcy Cecilia Dewi, menyebutkan data Kementerian Kehutanan juga menunjukkan bahwa sebanyak 96 individu Orangutan telah diselamatkan dari karhutla dan dipindah ke pusat rehabilitasi, belum termasuk yang hangus terbakar. 

“Jika korban satwa liar semakin banyak dan pusat rehabilitasi sudah tidak bisa menampung satwa, tingkat kelangsungan hidup mereka akan menurun,” ucapnya pada diskusi bertajuk “Karhutla, Perlindungan Ekosistem, dan Keberlanjutan Sawit,” di Jakarta pada Jumat (30/10/2026).

Pada Rabu (4/10/2026) Satya Bumi, bersama AGRA, LinkAR Borneo, Satya Bumi, TPOLS dan berbagai elemen masyarakat sipil akan melakukan aksi damai saat RSPO menggelar pertemuan tahunan industri kelapa sawit, RT RSPO 2026 di Jakarta dengan mengusung tema yang megah, “Strong Foundations: Impacts in Action”. 

Mereka mendesak pertanggungjawaban pelaku bisnis sawit atas kerusakan dan kebakaran hutan yang terjadi.