Berita
Tata Kelola TN Way Kambas Diminta Dievaluasi
Taman Nasional Way Kambas perlu audit ekologis tata kelola.
Kamis, 29 Oktober 2026

BETAHITA.ID - Kebakaran di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, dilaporkan telah mencapai area jelajah satwa, termasuk gajah sumatera. Walhi Lampung mendesak audit ekologis tata kelola TNWK.
Laporan pendampingan BNPB mengungkapkan, kebakaran di Taman Nasional Way Kambas sejak Kamis (22/10/2026) menyisakan area terbakar yang belum padam seluas sekitar 40 hektare. Pemadaman yang dilakukan sehari setelahnya (23/10/2026), berhasil melakukan baru berhasil mengendalikan api sekitar 10,2 hektare.
Analisis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Lampung menunjukkan sebanyak 1.328 titik panas (hotspot) terdeteksi di dalam kawasan konservasi TN Way Kambas pada rentang 25 Agustus 2026 hingga 25 Agustus 2026. Direktur Eksekutif WALHI Lampung, Irfan Tri Musri, menyebutkan api di area konservasi di Lampung Timur itu berdampak fatal, bagi satwa maupun manusia.
“Kawasan konservasi sekelas Taman Nasional yang disangga dana negara dan keahlian teknis justru dikelola seperti area tanpa pemilik, di mana kehancuran habitat satwa dilindungi dan ekosistem terus dimaklumi sebagai hal rutin setiap musim kemarau,” ucapnya pada Senin (26/10/2026).
Ironisnya, kata dia, ketika ancaman karhutla memuncak di saat El Nino 2026, Balai TNWK justru tidak memprioritaskan melalui sistem pencegahan dini. Mereka justru sibuk membangun pagar pembatas di sekeliling TN Way Kambas.
Ia menyebutkan masyarakat pun tak lepas dari dampak atas kebakaran ini. Lebih dari dua bulan berturut-turut, warga di Kampung Cabang di Lampung Tengah hingga desa-desa penyangga di Lampung Timur terkurung kabut asap dan abu sisa kebakaran hingga ke permukiman.
“Kondisi ini merupakan bentuk pelanggaran HAM terang-terangan atas Hak Atas Lingkungan Hidup yang Baik dan Sehat.,” ucapnya.
Menurutnya kegagalan ini imbas dari permasalahan mendasar, yakni Sistem Peringatan Dini (Early Warning System) yang tidak berjalan, pengawasan dan pengamanan kawasan yang lemah, serta pola penanganan reaktif.
Walhi Lampung pun mendesak pencopotan Kepala Balai TNWK dan audit ekologis total tata kelola TN Way Kambas.
Humas Balai TN Way Kambas, Riri Fitiandi, menyebutkan kebakaran di taman nasional saat ini cenderung sudah diatasi. Ia menyebutkan seluruh kawasan .
Saat ini upaya pemadaman difokuskan pada proses pendinginan karena bara masih terdeteksi di kawasan utara TNKS.
“Kawasan itu gambut, jadi apinya berada di bawah dan terus berasap,” ucapnya melalui telepon.
Saat ini terdapat 350 personel gabungan dari BNPB, Pemerintah Provinsi Lampung, TNI, Polri, Kemenhut, dan pihak Balai TN Way Kambas yang bergabung dalam proses pemadaman ini.
Sementara meski kawasan jelajah gajah terdampak namun pemantauan dari GPS colar, tidak terdapat gajah di area terbakar. Mereka berada jauh dari api.


