Selasa, 27 Oktober 2026

            

Berita

BNPB Berkutat Padamkan 3,4 Ribu Hektare Karhutla di Kalimantan

Api di Kalimantan disinyalir telah membakar ratusan ribu hektare. Sekitar 3,4 ribu hektare masih ditangani BNPB.

Selasa, 27 Oktober 2026
Petugas sedang memadamkan api di Kalimantan Barat pada Minggu, 25 Oktober 2026. Sumber: BNPB.
Petugas sedang memadamkan api di Kalimantan Barat pada Minggu, 25 Oktober 2026. Sumber: BNPB.

BETAHITA.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih bergulat memadamkan api yang membakar ribuan hektare hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Kalimantan. Total luas lahan kebakaran yang masih dalam penanganan hingga Senin seluas 3.392 hektare.

Ribuan hektare kebakaran itu tersebar di tiga provinsi utama. Di antaranya di Kalimantan Tengah yang mencapai 2.458 hektare, Kalimantan Barat seluas 884 hektare, dan Kalimantan Selatan 52 hektare.  Data itu dihimpun oleh BNPB berbasis pemantauan lapangan hingga Minggu, 25 Oktober lalu.

“Berbagai strategi penanganan terus diupayakan pemerintah pusat dan daerah yang dibantu para relawan. Satu di antaranya operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan dry ice,” Berton SP Panjaitan, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, mengabarkan.

Di Kalimantan Tengah, BNPB sudah mengerahkan sedikitnya 16.387 personel gabungan untuk pemadaman api. Mereka dibekali dengan peralatan pompa jinjing, nozzle air, selang, pemukul api, hingga radio komunikasi. BNPB juga mengerahkan 10 unit pesawat dan helikopter water bombing mempercepat pemadaman.

Menurut Berton, lembaganya saat ini berfokus pada skenario OMC. Pesawat penyemai awan dilaporkan telah menebarkan 7.200 kilogram karbon diaoksida padat atau dry ice dan Natrium klorida (NaCI). Lokasinya berfokus di Kabupaten Katingan, Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Seruyan, dan Kota Palangka Raya.

Salah satu sumber asap terparah di wilayah ini sebetulnya berasal dari karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting. Hingga pertengahan Oktober lalu, Palang Merah Indonesia Kotawaringin Barat melaporkan sedikitnya 130 ribu hektare wilayah taman nasional ludes dilahap api. Lokasi terparah kebakaran berada di sisi selatan atau di Resort Sungai Perlu, Sungai Cabang, Tanjung Rengas, dan Resort Teluk Pulai.

Merujuk keterangan Berton sebelumnya, BNPB sempat mendata 8.049 titik panas di seluruh hamparan Kalimantan Tengah pada 24 Oktober lalu. Luasannya mencapai 13.944 hektare—11,7 ribu di antaranya dilaporkan belum padam. Namun belakangan, BNPB mencatat api yang melahap Kalimantan tersisa 2,4 ribu hektare.

Adapun di Kalimantan Selatan, pemerintah mendapati karhutla telah berkurang drastis. Semula kebakaran dilaporkan seluas 526 hektare pada 24 Oktober lalu berkurang menjadi 52 hektare pada 25 Oktober. Di sana, mereka menyiagakan 9 unit pesawat penyemai awan dan 5 unit helikopter untuk water bombing. Namun, operasi water bombing tersendat karena jarak pandangan terbatas akibat asap.

Penanganan Api yang Meluas di Sumatera

Merujuk laporan sistem pemantauan karhutla Kementerian Kehutanan bernama SiPongi+, pemerintah mencatat perluasan titik panas sangat tinggi. Hingga 27 Oktober 2026, terdapat 13.222 hotspot yang tersebar di seluruh wilayah. Data bulanan tersebut hampir menyamai jumlah titik panas pada September yang mencapai 15.722 hotspot.

Belasan ribu titik panas tersebut diprediksi bakal seirama dengan luasan hutan dan lahan yang terbakar. Sepanjang Januari hingga September lalu, platform Nusantara Atlas—perusahaan geospasial The TreeMap—telah mengidentifikasi karhutla seluas 1,91 juta hektare. Mayoritas kebakaran berada di Papua Selatan, Kalimantan, Sumatera, dan Pulau Maluku.

Di Sumatera, BNPB mendapati 990 hektare hutan dan lahan masih terbakar. Jumlah itu tersebar di Sumatera Selatan, Jambi, dan Lampung. Untuk memadamkan itu, pemerintah mengerahkan sedikitnya 18.278 personel gabungan di tiga provinsi tersebut. Mereka juga mengerahkan pesawat dan helikopter untuk mengoptimalkan kerja-kerja pemadaman api.

Masyarakat ikut memadamkan api ketika terjadi kebakaran di Taman Nasional Way Kambas, terutama warga yang terlibat dalam upaya restorasi. Dok Istimewa

Di Lampung, Berton sedang fokus menuntaskan kebakaran yang sedang melahap Taman Nasional Way Kambas. Di sana, api sudah membakar ribuan hektare area taman nasional sejak 22 September lalu. Sejak itu pula pemerintah telah mengirimkan helikopter water bombing. Hingga 24 Oktober 2026, BNPB mencatat masih didapati 34 titik panas dengan luasan sekitar 16 hektare yang belum bisa dipadamkan.

Kata Berton, pemantauan menggunakan drone termal dan pos pantau darat terus dilakukan untuk membantu mendeteksi bara tersembunyi di lahan gambut. Selain itu, penggunaan pompa jinjing dan instalasi selang air hingga hampir tiga kilometer mendukung penyaluran air ke titik api kritis.

Penanganan juga mengintegrasikan pantauan udara dari helikopter water bombing, laporan tim darat, data titik panas satelit, dan prakiraan cuaca BMKG. Upaya tersebut diperlukan untuk menentukan prioritas pemadaman sekaligus mencegah munculnya titik api baru.