Berita
Pulang ke Indonesia, Orangutan Rocky Ganti Nama Jadi Heera
Heera akan menjalani perawatan, pemantauan kesehatan, serta rehabilitasi yang disesuaikan dengan kondisi fisik dan perilakunya.
Selasa, 20 Oktober 2026

BETAHITA.ID - Heera, akhirnya pulang ke habitatnya di Indonesia. Orangutan sumatera (Pongo abelii) berkelamin jantan yang sebelumnya bernama Rocky ini adalah korban perdagangan ilegal satwa liar lintas negara. Ia dipulangkan ke Indonesia melalui jalur udara dengan tujuan Bandar Udara Internasional Kuala Namu, Sumatera Utara, dari India, pada Senin (19/10/2026).
Menurut keterangan Kementerian Kehutanan, orangutan tersebut diselamatkan oleh otoritas India di sebuah apartemen di wilayah Thane, dekat Mumbai, Maharashtra, pada 12 November 2024. Saat ditemukan, individu tersebut diperkirakan berusia 18–20 bulan. Setelah diselamatkan, orangutan tersebut dirawat secara intensif di Vantara atau Greens Zoological Rescue and Rehabilitation Centre (GZRRC), Jamnagar, Gujarat, India.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa pemulangan orangutan sumatera ini bukan sekadar mengembalikan satu individu satwa ke Tanah Air. Tapo merupakan bukti bahwa kerja sama lintas negara dapat memberikan kesempatan bagi satwa liar yang menjadi korban perdagangan ilegal untuk mendapatkan perawatan dan kehidupan yang lebih baik.
“Saya mendapat saran dari saudara kita, Anant Ambani, untuk memberikan nama baru, yaitu Heera, yang berarti berlian. Berlian merupakan sesuatu yang sangat berharga. Kita berharap Heera mendapatkan kesempatan untuk pulih, tumbuh, dan menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujar Raja Juli, pada Senin (19/10/2026).
Raja Juli mengatakan, pemulangan satwa liar tidak berhenti pada keberhasilan membawanya kembali ke Indonesia. Tahapan berikutnya adalah memastikan satwa memperoleh perawatan, rehabilitasi, serta lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan biologis dan perilaku alaminya.
“Pada saat yang sama, kita juga memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga dan memperbaiki habitat orangutan agar mereka dapat hidup dengan aman dan nyaman di rumah alaminya, yaitu hutan,” katanya.
Selanjutnya, Heera akan menjalani rehabilitasi di Sumatran Rescue Alliance (SRA), Kecamatan Bukit Mas, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang dikelola oleh Centre for Orangutan Protection (COP). Di fasilitas tersebut, Heera akan mendapatkan perawatan, pemantauan kesehatan, serta rehabilitasi yang disesuaikan dengan kondisi fisik dan perilakunya.
Proses rehabilitasi menjadi tahapan penting untuk menilai kemampuan Heera dalam mengembangkan perilaku alami orangutan, seperti memanjat, mencari pakan, dan beradaptasi dengan lingkungan. Penilaian tersebut juga menjadi bagian dari pertimbangan untuk kemungkinan pelepasliaran pada masa mendatang, apabila kondisi kesehatan, perilaku, dan persyaratan konservasi lainnya telah terpenuhi.




