Jumat, 18 September 2026

            

Berita

BRIN Bentuk Gugus Tugas Pemulihan Bencana Sumatera

Pemetaan dan identifikasi tim BRIN mencatat 118 Daerah Aliran Sungai (DAS) di Aceh dan Sumatera Utara mengalami kerusakan dan dampak serius.

Jumat, 18 September 2026
Foto udara kondisi Beutong Ateuh sebelum bencana Sumatra November 2025. Foto: HAKA
Foto udara kondisi Beutong Ateuh sebelum bencana Sumatra November 2025. Foto: HAKA

BETAHITA.ID - Badan Riset dan Inovasi Nasional BRIN membentuk Task Force Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat fase kerja 2026-2028.  Mereka akan melakukan pendekatan terintegrasi dan holistik melalui 12 Bidang Fokus Riset dan Inovasi Utama. 

Pembentukan ini diumumkan melalui Kick Off Meeting “Sinergi Riset dan Inovasi untuk Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumatera”, di Grand Ballroom Gedung Widya Graha BRIN, Gatot Subroto, Jakarta pada Selasa (15/9/2026). 

Task Force ini merupakan tindak lanjut langsung atas Keputusan Presiden No 1 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Tiga Provinsi. Keputusan Kepala BRIN Nomor 18/I/HK/2026 menunjuk penelitin BRIN, Joko Widodo sebagai koordianator. 

Kepala BRIN, Arif Satria, menyebutkan riset dan inovasi harus hadir langsung di tengah masyarakat yang terdampak bencana. Menurutnya task force ini membawa riset dan inovasi untuk menyelesaikan permasalahan di tengah masyarakat. 

Sejak fase tanggap darurat bencana, BRIN telah menerjunkan inovasi teknologi terapan berupa Mobil Arsinum (Air Sulingan Minum) ke wilayah terdampak. Teknologi ini mampu mengolah air bah dan air sungai berlumpur pekat menjadi air yang siap dan aman untuk dikonsumsi langsung oleh warga. Langkah ini terbukti menjadi solusi vital di tengah terisolasinya akses air bersih masyarakat pascabencana. 

Selain penanganan darurat, BRIN berfokus pada akar masalah lingkungan. Hasil pemetaan dan identifikasi tim BRIN mencatat sedikitnya 118 Daerah Aliran Sungai (DAS) di Aceh dan Sumatera Utara mengalami kerusakan dan dampak serius akibat banjir bandang dan tanah longsor. 

“Jika kita hanya membangun kembali rumah tanpa memulihkan daya dukung lingkungan dan mengelola DAS secara terpadu dari hulu ke hilir, maka kita hanya sedang menunggu bencana berikutnya terulang kembali,” tegas Arif. 

Task Force BRIN membawa pendekatan terintegrasi dan holistik yang ditopang oleh 12 Bidang Fokus Riset dan Inovasi Utama, yaitu Pemodelan Spasial Risiko Multibencana, Pemetaan dan Pemodelan Deforestasi Berbasis Machine Learning, Re-evaluasi Kesesuaian Lahan Pertanian, Analisis Data Penginderaan Jauh, Teknologi Arsinum dan Logistik Air Bersih, Kesehatan dan Kerentanan Sosial Masyarakat, Rumah Modular Tahan Gempa, Restorasi Kekritisan DAS, Perlindungan Sosial Adaptif dan Penguatan Resiliensi Komunitas, Desain Strategi Percepatan Pemulihan Ekonomi, Inovasi Perahu Fiberglass dan Kapal Listrik, serta Pengembangan Early Warning System (EWS) yang lebih presisi. 

Program pemulihan jangka panjang ini disokong oleh dukungan pendanaan Riset Inovasi Strategis (PRIS) dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) serta kolaborasi lintas sektor.