Berita
Pohon di Kota: Infrastruktur Kesehatan Publik Warga
Peran pepohonan di wilayah perkotaan semakin penting seiring meningkatnya suhu akibat krisis iklim.
Sabtu, 08 Agustus 2026

BETAHITA.ID - Seiring menyusutnya naungan pohon di perkotaan, angka kematian pun meningkat.
Dalam sebuah studi terbaru, para ilmuwan memantau tingkat kematian dan fluktuasi tutupan kanopi pohon—area yang tertutupi oleh tajuk pohon yang rimbun—selama periode 11 tahun di Chicago, Amerika Serikat. Mereka menemukan, wilayah yang mengalami penyusutan tutupan kanopi pohon secara signifikan juga mencatat tingkat kematian yang lebih tinggi, terutama di kawasan kota yang paling panas.
Temuan yang diterbitkan di jurnal GeoHealth, Rabu (5/8) juga menunjukkan, karena dampaknya terhadap kesehatan, pemeliharaan pohon menjadi semakin krusial saat perubahan iklim akibat aktivitas manusia memicu cuaca ekstrem dan memperparah risiko suhu panas di perkotaan.
“Kami meneliti bagaimana tutupan tajuk dan tingkat kematian tersebut berubah dari tahun ke tahun. Kami menemukan bahwa seiring berkurangnya tutupan tajuk pohon, tingkat kematian justru meningkat,” kata Daniel Horton, penulis senior makalah dan profesor di Weinberg College of Arts and Sciences di Northwestern University.
Untuk memantau perubahan tutupan tajuk pohon, tim menganalisis data pengukuran satelit tahunan mengenai tutupan tajuk pohon di setiap wilayah sensus Chicago dari 2011 hingga 2021. Selanjutnya, mereka menggabungkan data satelit tersebut dengan lebih dari 220.000 catatan kematian yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Masyarakat Illinois dan Chicago.
Untuk mengisolasi hubungan antara tutupan tajuk pohon dan tingkat kematian, para peneliti mengembangkan model statistik yang memperhitungkan berbagai faktor—seperti perbedaan suhu musim panas, polusi udara, tingkat pendapatan, jumlah penduduk, segregasi tempat tinggal berdasarkan ras/etnis, serta faktor lingkungan sekitar lainnya yang dapat memengaruhi kesehatan.
Tim peneliti menemukan bahwa cakupan tajuk pohon secara keseluruhan di suatu lingkungan pada tahun tertentu tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kematian. Sebaliknya, faktor yang berpengaruh adalah perubahan cakupan tajuk pohon dari tahun ke tahun. Peningkatan cakupan tajuk pohon secara konsisten dikaitkan dengan penurunan angka kematian akibat penyakit kardiovaskular, penyakit pernapasan, beberapa gangguan muskuloskeletal, dan penyakit yang berkaitan dengan kesehatan mental.
Para peneliti menggunakan teknik untuk mengelompokkan kawasan di Chicago berdasarkan tiga faktor, yakni kanopi pohon, suhu, dan angka kematian.
Hasilnya, peneliti menemukan kesenjangan geografis yang sangat mencolok. Wilayah lingkungan di sisi selatan dan barat cenderung mengalami suhu musim panas yang lebih tinggi, kehilangan cakupan tajuk pohon yang lebih besar secara absolut, serta tingkat kematian yang lebih tinggi dibandingkan bagian kota lainnya.
Sementara itu lingkungan di sepanjang Danau Michigan umumnya mengalami suhu yang lebih sejuk dan tingkat kematian yang lebih rendah. Adapun kawasan di dekat area konservasi hutan memiliki cakupan tajuk pohon terluas di kota dan mencatat tingkat kematian yang relatif lebih rendah.
Tim peneliti juga membuat model mengenai apa yang mungkin terjadi jika Chicago meningkatkan tutupan tajuk pohon sebesar sekitar 0,03% setiap tahun—setara dengan penanaman 14.000 pohon per tahun. Model tersebut memperkirakan bahwa peningkatan ini berkaitan dengan berkurangnya angka kematian hingga sekitar 105 jiwa setiap tahunnya.
Raed Mansour, salah satu penulis studi dari organisasi konservasi nonprofit OpenLands mengatakan, selain menyejukkan lingkungan dan mengurangi dampak panas, pepohonan juga memiliki beragam manfaat kesehatan lainnya. Di antaranya memperbaiki kualitas udara, mendorong aktivitas luar ruangan, dan berkontribusi pada lingkungan yang lebih sehat.
"Pepohonan memberikan banyak sekali manfaat," ujar Mansour. "Pepohonan dapat mengurangi stres, kecemasan, dan tekanan darah, serta meningkatkan kohesi sosial. Selain itu, pepohonan juga mengurangi erosi tanah dan mendukung keanekaragaman hayati.”
Para peneliti pun menyoroti pentingnya mempertahankan tutupan tajuk yang ada sekaligus memperluasnya ke wilayah yang paling membutuhkan. Hal ini berarti melindungi pohon dewasa dari penebangan yang tidak perlu, merawat pohon-pohon yang ada secara berkelanjutan, mengganti pohon yang telah ditebang, serta berinvestasi demi kelangsungan hidup jangka panjang pohon-pohon tersebut.
“Memelihara tutupan tajuk pohon di perkotaan serta menanam pohon di lokasi yang membutuhkannya merupakan hal yang sama-sama penting,” kata Mansour.
“Banyak orang memandang pohon semata-mata sebagai elemen estetika atau fasilitas pelengkap, padahal pohon seharusnya dipandang sebagai bagian dari infrastruktur kesehatan masyarakat kita," ujarnya.




