Berita
Kuburan Anak Gajah di Kebun Karet Michelin
Seekor bayi gajah yang ditemukan mati dikuburkan di kawasan konsesi perkebunan karet PT Lestari Asri Jaya (LAJ) milik Michelin Group.
Jumat, 02 Oktober 2026

BETAHITA.ID - Seekor bayi gajah yang ditemukan mati dikuburkan di kawasan konsesi perkebunan karet PT Lestari Asri Jaya (LAJ) milik Michelin Group, perusahaan ban asal Perancis.
Kuburan anak gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) itu terletak sekitar 3 kilometer dari mess BU 4 Mandalang. Rekaman foto dan video Geopix menunjukkan lokasi kuburan ini berada di hamparan tanah yang sedikit cekung dan ditandai empat batang kayu yang tertancap di tanah.
Anak gajah itu sebelumnya ditemukan mati dalam areal konsesi PT LAJ di kawasan Desa Muara Sekalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Jambi pada akhir Agustus 2026 lalu. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi telah melakukan tindakan nekropsi serta pengambilan sampel organ untuk pemeriksaan laboratorium pada 25 Agustus 2026.
Penemuan ini telah ditindaklanjuti oleh BKSDA Jambi yang melakukan tindakan nekropsi serta pengambilan sampel organ tubuh pada 25 Agustus 2026 untuk pemeriksaan laboratorium.
“Penguburan memang harus dikubur setelah nekropsi dan diambil sampel untuk kepentingan penyelidikan oleh Balai Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkumhut) Sumatra. Artinya proses jalan terus,” ujar Kepala BKSDA Jambi, Himawan Sasongko melalui pesan pada Kamis (1/10/2026).
Hasil uji laboratorium menunjukkan Elephant Endotheliotropic Herpesvirus (EEHV), jenis virus herpes mematikan yang menyerang pembuluh darah dan organ dalam anak gajah, terutama gajah Asia berusia 1 hingga 14 tahun, negatif.
Sedangkan uji toksikologi sedang berlangsung.
Namun kematian ini menjadi kabar buruk bagi konservasi gajah. Senior Wildlife Campaigner Geopix, Annisa Rahmawati, menyebutkan kejadian ini harus menjadi perhatian serius bagi pihak-pihak terkait. Ia mendesak keseriusan PT LAJ melindungi populasi gajah Sumatera yang berada di dalam wilayah konsesinya.
“Satu kematian bayi gajah ini membuat masa depan bagi kelompok-kelompok gajah tampak makin suram di Bentang Alam Bukit Tigapuluh. Bentang alam yang sangat kritis dan penuh ancaman bagi kelangsungan hidup gajah Sumatera, terutama dari perambahan dan jerat/pagar listrik yang masif,” ucapnya.
Geopix menyampaikan beberapa laporan pemantauan sebagai peringatan kepada Michelin Group sejak tahun 2025 terkait pentingnya penyelamatan dan perlindungan populasi gajah Sumatera yang berada di areal konsesinya terutama pada Wildlife Conservation Area (WCA). Laporan-laporan pemantauan oleh Geopix tersebut bahkan telah disampaikan pula kepada Dinas Kehutanan Provinsi Jambi dan Menteri Kehutanan.
Geopix juga telah menyampaikan agar perusahaan segera membongkar pagar-pagar listrik berbahaya yang saat ini ternyata panjangnya sudah mencapai total 100 km, dari 70 km yang sudah dilaporkan pada pemantauan sebelumnya. Selain itu perusahaan juga harus tegas dan bertanggung jawab untuk menangani perambahan yang membuat habitat gajah
Catatan Geopix menyebutkan habitat dan koridor gajah sumatera makin menyempit dan terfragmentasi sehingga perlu segera melakukan pemulihan ekosistem. Catatan mereka menyebutkan puluhan gajah mati dalam kurun waktu sejak 2013 sampai dengan sekarang di Bentang Alam Bukit Tigapuluh.
Annisa pun menekankan mandat Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang Penyelamatan Populasi dan Habitat Gajah Sumatera dan Gajah Kalimantan. untuk memperkuat perlindungan habitat dan koridor ekologis gajah sumatera di Bentang Alam Bukit Tigapuluh.




