Berita
Bersih-bersih Kali Tebu, Lima Bulan Angkat 122,5 Ton Sampah
Dalam sehari saja sampah yang diangkat mencapai 3,12 ton sampah.
Senin, 28 September 2026

BETAHITA.ID - Sepanjang periode Mei hingga September 2026, Ecoton berhasil mengevakuasi 122,5 ton sampah dari Kali Tebu dan memilah sebanyak 95,9 ton sampah. Terakhir, dalam sehari sampah yang diangkat mencapai 3,12 ton sampah.
Hasil pemilahan sampah sepanjang lima bulan bersih Kali Tebu menunjukkan komposisi sampah didominasi oleh residu sebesar 84,1 persen, sampah organik 7,6 persen dan sampah daur ulang 8,32 persen.
Lima jenis sampah yang paling banyak ditemukan yaitu berupa residu sebanyak 50,16 ton (53,35 persen), Popok sebanyak 30,51 ton (32,44 persen), organik lainnya sebanyak 3,5 ton (3,73 persen), organik kayu sebanyak 3 persen, dan plastik kresek sebanyak 2,3 ton.
Direktur Eksekutif Ecoton, Daru Setyorini, Data tersebut menunjukkan bahwa persoalan pencemaran Kali Tebu bukan hanya tentang sampah plastik. Tingginya timbulan residu dan sampah popok juga menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian karena menunjukkan masih adanya sampah rumah tangga yang masuk ke lingkungan dan sungai.
“Data pemilahan menjadi penting karena kita bisa melihat sampah apa yang sebenarnya masuk ke sungai.Karakteristik dan komposisi sampah di Kali Tebu bisa mendorong solusi penyelesaian masalah harus dimulai dari pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga dan lingkungan,” ujar
Kali Tebu membentang spanjang 4,64 kilometer dari Makam Umum Rangkah berujung di Kelurahan Tambak Wedi. Sungai ini melintasi wilayah vital, yaitu Kecamatan Simokerto, Tambaksari, dan Kenjeran.
Peraturan Daerah Kota Surabaya No 02 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Kualitas Air, Kali Tebu ditetapkan sebagai bagian dari saluran Tambak Wedi dengan klasifikasi Kelas III.
Pada peringatan Hari Sungai Sedunia pada Minggu (27/9/2026) dilakukan dengan bersih Kali Tebu di Surabaya. Hasilnya 3.121,72 kilogram atau 3,12 ton sampah.
Bersih Kali tebu ini diikuti oleh sekitar 350 peserta. Mereka mengawali dengan patroli dari hulu, tengah, hingga hilir. Ketua Satgas Sungai Lestari Kali Tebu, Ayu, menyebutkan hasil pengangkutan sampah dari tiga zona yang menjadi lokasi aksi, dan seluruh peserta kegiatan berhasil mengangkut 3.121,72 kilogram atau 3,12 ton sampah.
“Dari tiga zona kami berhasil mengangkat 3,12 ton sampah. Ini menunjukkan bahwa persoalan sampah di Kali Tebu masih membutuhkan kerja bersama dan pengawasan yang dilakukan secara rutin,” ucap.
Selain aksi ini, Ecological Observation and Wetland Conservations (Ecoton), yang tergabung dalam satgas bersih kali ini menggandeng Komunitas Relawan Eco Enzyme Nusantara Cabang Surabaya. Mereka menuangkan eco enzyme ke aliran Kali Tebu sebanyak 200 botol eco enzyme dengan volume masing-masing 1,5 liter, atau total 300 liter.
“Eco enzyme yang dituangkan ke sungai merupakan bagian dari upaya kami untuk membantu menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan perairan, sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli dan terlibat dalam menjaga sungai,” ujar Christiany Tanzil, Komunitas Relawan Eco Enzyme Nusantara Cabang Surabaya
Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi Ecoton bersama komunitas lingkungan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi Kali Tebu. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak untuk lebih aktif menjaga kebersihan sungai dan mencegah pencemaran dari sumbernya.
Bersih Kali Tebu ini merupakan bagian dari Program Sungai Lestari, program pengelolaan sampah sungai yang dilaksanakan di sejumlah wilayah Indonesia. Sejak Juni 2026, program ini telah berjalan di Kota Surabaya, melalui intervensi di Kali Tebu dan Kali Mrutu.
Pada awal Agustus, program diperluas ke Kota Surakarta melalui Sungai Premulung. Mulai Oktober 2026, Program Sungai Lestari akan beroperasi di Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Badung, Kota Denpasar, dan Kota Bekasi.
Program Sungai Lestari merupakan kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Uni Emirat Arab, dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan dengan dukungan Kementerian Lingkungan Hidup, serta diimplementasikan oleh UNDP Indonesia bersama Clean Rivers melalui Sekretariat Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL).




