Berita
Kawasan PSN KIPI Mangkupadi Terbakar
Proyek Strategis Nasional KIPI Mangkupadi, Bulungan, dan area di sekitarnya terbakar. Polusi berikutnya setelah abu PLTU dan debu jalan.
Selasa, 08 September 2026

BETAHITA.ID - Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Mangkupadi, Bulungan, dan area di sekitarnya terbakar di berbagai titik. Ada puluhan titik panas terpantau di peta pemantau NASA sejak Agustus, dengan total area terbakar mencapai 2.000 hektare lebih.
Pada Senin (7/9), pemantauan Betahita.ID di lapangan menemukan setidaknya 3 lokasi yang terbakar, dua di antaranya di konsesi KIPI. Titik kebakaran pertama berada di dekat SMK 1 Tanjung Palas Timur, Mangkupadi, dan konsesi PT Delma Mining Corporation. Lahan yang terbakar adalah hutan rawa dan belukar, diperkirakan gambut.
Kebakaran kedua di Pendada, di konsesi KIPI, sekitar lima kilometer dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap yang dioperasikan PT Kaltara Power Indonesia/Adaro Energy. Pemantauan dengan drone menunjukkan lokasi yang terbakar terlihat berbatasan dengan kebun sawit. Menurut warga, kebun sawit tersebut eks perkebunan Bulungan Citra Agro Persada (BCAD).
Membandingkan citra drone dengan pemantauan berbasis satelit sehari sebelumnya oleh Auriga Nusantara, terlihat api bergerak dari KIPI menuju ke perbatasan kebun sawit.
Kebakaran ketiga, yang berlangsung pada sore hingga malam hari, berada di dekat pemukiman Kampung Baru, di areal Hak Guna Usaha (HGU) BCAP.
Semua perusahaan yang disebut belum bisa dihubungi untuk diminta keterangannya ketika berita ini ditulis. Sementara itu, Google Map memberikan peringatan akan adanya kemungkinan gangguan di jalan akibat kebakaran ini, ketika Betahita menuju kawasan KIPI.
Menurut warga Kampung Baru, Rahmad, sejak Agustus setidaknya ada 4 titik kebakaran yang terlihat dari jalan poros di kampungnya, yang berbatasan langsung dengan kawasan KIPI. Api pertama, pada awal Agustus, terlihat di HGU ASL. Yang kedua di kawasan industri Tsingshan Holding Group. Kebakaran ketiga di atas kampung, di HGU BCAP, yang keempat di Pendada.
"Agak susah melihatnya dari kampung. Tertutup pohon. Jadi hanya jika api besar baru terlihat. Api terlihat lebih jelas dari bagan (di laut)," ujarnya, Senin (7/9).
Sebelumnya, seperti diberitakan Tribunnews, Karhutla di Kabupaten Bulungan meningkat drastis sebesar 91,54 hektare hanya dalam waktu enam hari (25–31 Agustus 2026), sehingga total area APL dan kawasan produktif yang terbakar mencapai 223,43 hektare. Dinas Kehutanan Kaltara mencatat karhutla terbesar di antaranya berada di kawasan KIPI, diperkirakan hingga 900 hektare.
Mengutip Detik.com (7/9), Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah memasang garis pengawasan dan plang penyegelan di area terbakar di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Mangkupadi, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
Akibat kebakaran hutan dan lahan di kawasan KIPI dan sekitarnya, Kampung Baru pada pagi hari tertutup asap. "Tadi pagi (Senin, 7/9) yang terparah. Jarak pandang hanya sekitar 10 meter," ujar Rahmad.
Penyebabnya karena asap kebakaran yang terbawa angin ke laut pada malam hari kembali terbawa ke kampung oleh angin yang berbalik arah menuju darat.
A. Burhanuddin, warga RW 2 Kampung Baru mengatakan polusi asap karhutla merupakan ancaman baru bagi warga. "Sebelumnya kami sudah menderita oleh debu PLTU dan debu jalan," kata dia. Namun dibanding debu PLTU, ujarnya, debu PLTU jauh lebih mengganggu.
Rahmad membenarkan. "Debu atau asap PLTU membikin mata sampai perih dan bau," kata dia.
Menurut Rivaldo, pegiat lingkungan Perkumpulan Hutan Lestari (PLHL), PLTU di KIPI mulai uji coba operasi pada akhir 2025 dan beroperasi penuh sejak awal tahun 2026. "Saya dan Rahmad pernah sampai balik lagi dari bagan (untuk menangkap ikan) ketika debu PLTU mengarah ke bagan," kata dia.




