Berita
El Nino Diprediksi Menjadi Sangat Kuat, Dampaknya Hingga 2027
Puncak El Nino diprediksi menjelang akhir tahun.
Selasa, 08 September 2026

BETAHITA.ID - Fenomena El Nino telah terbentuk sepenuhnya dan akan menguat menjadi peristiwa yang sangat kuat dalam beberapa bulan mendatang. Ini akan membawa dampak besar terhadap pola curah hujan dan suku, serta risiko terkait berupa banjir, kekeringan, dan panas ekstrem.
Perkiraan terbaru dari Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menunjukkan, adanya kemungkinan yang sangat tinggi, atau mendekati 100% , bahwa El Nino akan terus berlangsung hingga Februari 2027. Puncaknya akan terjadi menjelang akhir tahun 2026, dan dampak iklimnya akan terus berlanjut hingga tahun depan.
Ini adalah kali pertama pembaruan El Nino/La Nina dari WMO memberikan pernyataan yang begitu tegas, yang mencerminkan kesepakatan kuat di dalam jaringan luas otoritas cuaca global tersebut.
El Nino ditandai dengan peningkatan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tropis. Fenomena alami ini biasanya terjadi setiap dua hingga tujuh tahun sekali dan berlangsung selama sembilan hingga 12 bulan.
Saat ini suhu permukaan laut di wilayah Pasifik khatulistiwa bagian tengah hingga timur—kawasan yang menjadi pusat fenomena El Niño—sudah jauh di atas rata-rata (salah satu tanda khas El Niño) dan terus meningkat.
Kondisi yang jauh lebih hangat juga teramati di bawah permukaan laut. Di beberapa wilayah, suhu bawah permukaan laut tercatat lebih dari 8°C di atas rata-rata selama bulan Juli dan awal Agustus.
“El Nino sedang membesar secara luar biasa di hadapan mata kita. Bukti ilmiah tidak menyisakan ruang untuk keraguan: planet ini sedang berada di wilayah yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan perairan tersebut kian memanas,” kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres di Jenewa, 3 September 2026.
“Suhu permukaan laut meningkat, suhu udara terus naik, dan dunia berada dalam zona bahaya cuaca ekstrem. Kini, terjadi perlombaan antara meningkatnya risiko dan komitmen kita untuk melakukan aksi iklim serta melindungi masyarakat. Kita harus memenangkan perlombaan tersebut,” katanya.
Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo mengatakan, menguatnya El Nino berpotensi memberikan dampak sangat berat bagi masyarakat dan perekonomian di seluruh dunia.
"Kita telah menyaksikan gangguan dan kerusakan akibat kekeringan serta banjir, dan kami memperkirakan dampak-dampak ini akan meningkat seiring dengan menguatnya El Niño,” kata Saulo.
“Fenomena El Niño yang luar biasa ini menuntut persiapan dan respons yang luar biasa pula. Kita tidak punya waktu untuk disia-siakan,” katanya.
El Nino berdampak pada cuaca ekstrem di seluruh dunia, termasuk kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan di Asia Tenggara, Australia, dan Indonesia. Sedangkan belahan bumi lainnya, seperti Peru, Ekuador, dan Afrika Timur, mengalami banjir. Fenomena ini juga secara umum akan menaikkan suhu global.
Pembaruan informasi WMO mengenai El Nino/La Nina merupakan sumber informasi paling otoritatif di dunia bagi pemerintah dan para pengambil keputusan. Prakiraan musiman ini didasarkan pada konsensus berbagai model dari Pusat Produksi Global WMO, serta masukan dari para ahli di Layanan Meteorologi dan Hidrologi Nasional dan pusat prediksi iklim di seluruh dunia.




