Berita
Ribuan Titik Panas Terdeteksi di PSN Papua Selatan Sepanjang 2026
PSN lumbung pangan dan energi di Papua Selatan perlu dievaluasi untuk mencegah bencana ekologis.
Selasa, 14 Juli 2026

BETAHITA.ID - Ribuan titik panas terdeteksi di kawasan proyek strategis nasional (PSN) Papua Selatan selama enam bulan pertama tahun ini. Temuan ini dinilai menjadi penanda perlunya evaluasi proyek percepatan pembangunan kawasan produksi pangan dan energi di Tanah Papua.
Analisis terbaru dari Pantau Gambut mencatat, setidaknya terdapat 1.310 titik panas selama periode Januari-Juni 2026 di kawasan PSN lumbung pangan dan energi di Papua Selatan, yang mencakup luas lebih 2 juga hektare.
Kabupaten Mappi mencatat jumlah titik panas tertinggi dengan 1.007 titik, disusul Merauke sebanyak 217 titik, Asmat sebanyak 75 titik, dan Boven Digoel sebanyak 11 titik.
Juru Kampanye Pantau Gambut Putra Saptian mengatakan, temuan tersebut memunculkan pertanyaan jika percepatan pembangunan di kawasan tersebut telah disertai penilaian risiko ekologis yang memadai.
“Tingginya jumlah titik panas menunjukkan bahwa bentang alam rawa gambut di Papua Selatan menghadapi tekanan yang semakin besar di tengah percepatan pembangunan kawasan,” kata Putra, Senin, 13 Juli 2026.
Selama ini, kata Putra, pemerintah cenderung mengukur keberhasilan pembangunan melalui indikator perluasan kawasan budidaya dan peningkatan target produksi pangan. Namun, ukuran tersebut belum menunjukkan terjaganya fungsi hidrologis rawa, mencegah bencana ekologis, serta melindungi masyarakat yang bergantung pada ekosistem tersebut.
Menurut Putra, temuan tersebut juga menjadi penanda perlunya evaluasi pembangunan di bentang rawa Papua Selatan, terutama dari sisi fungsi ekologisnya.
“Rawa gambut tidak dapat dipandang sebagai lahan kosong yang siap dikonversi untuk berbagai kepentingan pembangunan. Ketika fungsi hidrologis dan ekologis rawa diabaikan, biaya sosial, ekonomi, dan lingkungan yang harus ditanggung masyarakat berpotensi jauh lebih besar dibandingkan manfaat jangka pendek yang dijanjikan,” katanya.
Ancaman El Nino
Putra mengatakan, temuan ribuan hotspot di kawasan PSN tersebut juga semakin mengkhawatirkan dengan meningkatnya risiko musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino.
"Meski bukan penyebab utama kebakaran hutan dan lahan, El Nino memperbesar dampak ketika bentang alam telah kehilangan kemampuan alaminya menyimpan air akibat perubahan tutupan lahan. Dalam kondisi seperti itu, setiap percepatan pembangunan seharusnya didahului penilaian risiko ekologis dan hidrologis yang ketat," ujarnya.
“Papua Selatan tidak membutuhkan pembangunan yang menciptakan krisis baru. Penilaian risiko ekologis dan hidrologis harus menjadi prasyarat sebelum kawasan rawa dibuka. Jika tidak, kebakaran, kerusakan lingkungan, dan hilangnya ruang hidup masyarakat adat hanya akan menjadi konsekuensi yang terus berulang,” ujarnya.




