Sorot
Setahun Prabowo-Gibran, Hampir Setengah Juta Hektare Hutan Hilang
Luas hutan alam yang hilang (deforestasi) pada 2025 di Indonesia 66 persen lebih besar dari luas deforestasi pada 2024.
Rabu, 01 April 2026
BETAHITA.ID - Prasangka Bagus Sugiarto ternyata tidaklah salah. Indikasi kehilangan hutan alam (deforestasi) yang ia lihat di layar komputer, ternyata terbukti secara faktual di lapangan. Hilangnya tegakan pohon-pohon yang ditampilkan piksel-piksel citra satelit, sesuai dengan apa yang tertangkap netranya. Fakta tersebut ia dapatkan saat melakukan pantauan di konsesi tambang PT Sulawesi Cahaya Mineral, yang berlokasi di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, pada 23 Juni 2025.
Di lapangan, lewat layar monitor digital yang terhubung dengan kamera pesawat tanpa awak (drone), Bagus menyaksikan areal terbuka, berkontur dan luar biasa luas. Di areal itu sebagian besar permukaan tanahnya bahkan tampak sudah terkupas. Karena, jangankan tegakan pohon, vegetasi tingkat bawah seperti rumput pun nyaris tak tersisa lagi.
Yang ada di areal itu hanya lubang-lubang galian berbagai ukuran yang tersebar di mana-mana, dengan sejumlah kendaraan alat berat juga truk yang beroperasi di atasnya. Areal yang sudah menjadi arena pertambangan itu, tampak kontras dengan hutan alam berwarna hijau yang belum dibabat di sekitarnya.
Di sudut lain konsesi tambang nikel ini, kamera drone yang terbang di ketinggian juga menangkap adanya pembukaan hutan alam, yang tampaknya belum lama terjadi. Dari layar monitor, Bagus melihat areal yang cukup luas tersebut belum selesai dibersihkan. Tampak dari batang-batang pohon beserta dedaunannya yang masih hijau rebah berserakan saling tindih di areal tersebut, dan beberapa kendaraan alat berat jenis excavator dan bulldozer yang juga terlihat sedang beroperasi.
“Saya tidak tahu persis angka luas deforestasi di titik lokasi yang kami kunjungi itu berapa. Tapi menurut data, sepanjang 2025, luas deforestasi di konsesi PT Sulawesi Cahaya Mineral ini sekitar 1.085 hektare,” ucap Bagus, Selasa (31/3/2026).
Pemantauan lapangan yang dia lakukan adalah salah satu kegiatan verifikasi lapangan para peneliti Auriga Nusantara di 38 lokasi di 28 kabupaten dan 16 provinsi di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku, dan Tanah Papua. Deforestasi yang sudah terverifikasi lewat kunjungan lapangan itu luasnya sekitar 49.321 hektare. Verifikasi lapangan ini merupakan bagian dari metodologi penghitungan luas deforestasi di Indonesia pada 2025 oleh Auriga.
Berdasarkan hitungan Auriga, yang dipublikasikan dalam Status Deforestasi Indonesia (STADI) 2025, luas hutan alam yang hilang di Indonesia sepanjang Januari-Desember 2025 mencapai 433.751 hektare, setara 6,5 kali luas daratan DKI Jakarta. Bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, angka deforestasi pada tahun pertama kabinet Prabowo-Gibran ini adalah yang tertinggi. Bahkan 66 persen atau sekitar 172.177 hektare lebih besar dari angka deforestasi pada 2024 yang luasnya sekitar 261.574 hektare.
