Jumat, 04 September 2026

            

Berita

Hampir Separuh Petani di Dunia Keracunan Pestisida Setiap Tahun

Prevalensi keracunan pestisida petani dan buruh pertanian di Indonesia sebesar 62,3 persen.

Jumat, 04 September 2026
Ilustrasi seorang petani sawit memanggul tandan buah segar. Foto: WRI Indonesia.
Ilustrasi seorang petani sawit memanggul tandan buah segar. Foto: WRI Indonesia.

BETAHITA.ID - Sebuah penelitian menemukan bahwa hampir seluruh petani di dunia mengalami keracunan pestisida setiap tahunnya. 

Menggunakan data yang tersedia untuk publik dari 2006 hingga 2023, studi oleh Pesticide Action Network (PAN) menemukan perkiraan adanya 402-433 juta kasus keracunan pestisida akut yang tidak disengaja pada petani dan pekerja sektor pertanian setiap tahunnya. 

Berdasarkan populasi petani dunia yang berjumlah 934 juta jiwa, angka ini berarti sekitar 46% petani mengalami keracunan setiap tahun. Perkiraan jumlah kasus keracunan tertinggi terjadi di Asia Selatan, diikuti Asia Tenggara dan Afrika Timur.

Secara keseluruhan, tingkat kejadian keracunan nasional tertinggi tercatat di Burkina Faso, Afrika Barat, di mana hampir 84% petani dan pekerja pertanian dilaporkan pernah mengalami keracunan.

Secara khusus, berdasarkan wilayah dan negara, prevalensi tahunan untuk kasus keracunan pestisida akut yang tidak disengaja dan tidak mematikan di kalangan populasi petani/buruh tani di Indonesia mencapai 62,3%. 

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Public Health, Rabu, 2 September 2026 tersebut juga menemukan, terjadi 11.000 kematian setiap tahun akibat keracunan pestisida. Hampir 60% di antaranya terjadi di India.

Studi tersebut menyatakan bahwa meskipun ada upaya global untuk menyoroti bahayanya, penggunaan pestisida terus meningkat secara stabil; sebanyak 3,8 juta ton digunakan pada 2023, angka yang dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan tahun 1990.

Para penulis studi menyerukan tindakan segera, termasuk pelaksanaan rekomendasi PBB untuk secara bertahap menghentikan penggunaan pestisida yang sangat berbahaya.

"Kini setelah besarnya dampak penderitaan terungkap, para petani harus didukung untuk mendapatkan akses ke alternatif yang lebih aman demi melindungi kesehatan mereka dan keluarga mereka," kata Dr. Sheila Willis, kepala program internasional di PAN Inggris, Rabu, 2 September 2026. 

Studi ini tidak memperhitungkan dampak paparan pestisida terhadap sekitar 84 juta anak yang bekerja di sektor pertanian dan tidak meninjau dampak kesehatan jangka panjang. Dalam studi ini, keracunan pestisida akut didefinisikan sebagai penyakit atau gangguan kesehatan apa pun yang dialami tak lama setelah paparan terjadi.

Petani dan buruh pertanian terutama terpapar pestisida saat tahap persiapan dan penyemprotan, serta saat menyentuh tanaman yang telah diberi pestisida maupun peralatan atau pakaian yang terkontaminasi. 

Gejala yang sering ditemui meliputi sakit kepala, mual, muntah, dan ruam kulit. Paparan berulang dalam jangka waktu tertentu mungkin tidak menimbulkan gejala secara langsung, namun dapat menyebabkan penyakit yang serius. 

"Kami sangat prihatin dengan dampak kesehatan yang parah akibat keracunan pestisida—baik dampak akut yang disebutkan dalam studi ini maupun paparan kronis yang dialami oleh pekerja pertanian dan masyarakat," kata Génon Jensen, Direktur Eksekutif Health and Environment Alliance. 

Meskipun merupakan studi paling komprehensif hingga saat ini, laporan tersebut menyoroti bahwa informasi yang tersedia mengenai keracunan pestisida masih belum memadai. Para penulis pun menyerukan adanya protokol pengawasan dan pelaporan yang terstandarisasi agar data mengenai keracunan akibat pestisida menjadi andal dan dapat diperbandingkan.