Senin, 08 Juni 2026

            

Berita

Pesta Media AJI Jakarta untuk Kebebasan Pers dan Lingkungan Hidup

Pesta Media AJI Jakarta akan berlangsung selama dua hari, dan menjadi kolaborasi ruang sipil.

Sabtu, 11 April 2026
Pesta Media AJI Jakarta 2026 akan mengangkat isu kebebasan pers, lingkungan hidup, dan AI. Dok. @pestamedia
Pesta Media AJI Jakarta 2026 akan mengangkat isu kebebasan pers, lingkungan hidup, dan AI. Dok. @pestamedia

BETAHITA.ID -  Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta menggelar Pesta Media 2026 setelah hiatus selama 14 tahun. Perhelatan ini akan mengangkat isu seperti kebebasan pers, lingkungan hidup, dan kecerdasan buatan, serta diadakan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 11-12 April 2026.  

Dengan tema “Facing for Future, Collaboration for Our Nature”, AJI Jakarta berharap acara tersebut menjadi ruang kolaborasi antara jurnalis, pegiat lingkungan, akademisi, komunitas, dan masyarakat umum untuk mendiskusikan ketiga isu penting di Indonesia saat ini. Ketiganya akan dibahas melalui berbagai format, mulai dari diskusi, lokakarya, pameran foto, pemutaran film, pembuatan zine, hingga pertunjukan seni. 

Jurnalis Tempo dan anggota AJI Jakarta Francisca Christy Rosana mengatakan, saat ini industri media tengah mengalami tekanan. “Situasi terbaru memperlihatkan makin kuat intimidasi yang dialami oleh jurnalis baik oleh aktor tidak terlihat seperti dalam kasus teror kepala babi untuk jurnalis,” ujarnya dalam sebuah pernyataan, Jumat, 10 April 2026. 

Ketua AJI Jakarta Irsyan Hasyim mengatakan, kejadian serupa juga terjadi dalam pembatasan konten media sosial milik situs berita Magdalene oleh Kementerian Komunikasi dan Digital. Adapun pada 2025, Menteri Pertanian Amran Sulaiman melayangkan gugatan perdata kepada Tempo sebesar Rp200 miliar. 

“Ini upaya mempersempit kebebasan pers,” kata Irsyan. 

Menurut Irsyan, ekosistem pers di Indonesia saat ini tengah suram. Di sektor ketenagakerjaan, misalnya, terjadi berbagai kasus pemutusan hubungan kerja dan pemberangusan serikat pekerja media. 

“Kami dari AJI Jakarta berharap melalui agenda Pesta Media, konsolidasi antara jurnalis, CSO, kampus, dan pemangku kepentingan bisa menginspirasi munculnya gagasan memperkuat perlindungan bagi jurnalis dan pekerja media, khususnya yang meliput isu lingkungan maupun krisis iklim,” ujarnya. 

Pesta Media akan menampilkan berbagai topik, termasuk kerentanan jurnalis perempuan dalam ruang redaksi dan pekerjaan dan nasib media saat ini. Adapun topik lingkungan akan membahas konservasi dan perlindungan satwa liar, keanekaragaman hayati, pengelolaan sampah, perubahan iklim dan kaum muda, ekstraktif batubara dan ekspansi nikel, hingga perempuan adat.

Pesta Media juga akan menghadirkan lokakarya khusus bagi jurnalis terkait personal branding, jurnalisme solusi, dan jurnalisme untuk konservasi. Selain itu, ada lokakarya zine yang akan bertemakan soal hutan dan pemutaran film yang menampilkan resiliensi masyarakat adat terhadap ekspansi pembangunan di Papua.

Saat ini, sudah ada 16 lembaga yang bergerak di bidang lingkungan dan media, 26 media partner, serta 6 rekan universitas, yang berpartisipasi baik mengisi acara atau mengisi 30 booth/stand promosi yang disediakan di Selasar dan Lantai 2 Gedung Teater Wahyu Sihombing.

Acara ini terbuka untuk umum dan gratis.