LIPUTAN KHUSUS:

Panglima TNI dan PT Freeport Teken MoU Pengamanan Obvitnas


Penulis : Aryo Bhawono

Pos pengamanan di mile 62 sudah bisa dioperasikan untuk pengamanan obvitnas.

Tambang

Sabtu, 28 Mei 2022

Editor : Raden Ariyo Wicaksono

BETAHITA.ID -  Panglima TNI dan PT Freeport Indonesia menandatangani nota kesepahaman pengamanan objek vital nasional di kawasan Freeport. Pos pengamanan di mile 62 sudah bisa dioperasikan untuk pengamanan.

Penandatangan nota kesepahaman ini dilakukan oleh Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa, dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta. Panglima TNI mengunggah penandatanganan ini melalui akun youtube miliknya pada Selasa (24/5/2022).

Andika menyebutkan TNI terus memperbaiki pola pengamanan menghadapi berbagai tantangan, termasuk serangan dari kelompok tertentu. Ia selalu mengingatkan seluruh anggota TNI untuk melakukan perbaikan ini. 

"Pagi ini mereka seharusnya melakukan vikon lagi ke seluruh jajaran sampai ke badan pos. Karena setiap ada insiden kan kita share juga. Jadi mereka, mereka ini tanda petik ya, kelompok yang jauh lebih agresif. Tapi kita pun harus smart, harus bisa menghadapi itu," ucapnya.

Aktivitas kendaraan angkut tambang di PT Freeport Indonesia. Tailing yang dihasilkan PT Freeport rencananya akan digunakan untuk material agregat infrastruktur jalan./Foto: PT Freeport Indonesia

Salah satu bentuk pengamanan obvitnas untuk PT Freeport Indonesia ini adalah pembangunan dan aktivasi pos mile 62. Pos ini dievaluasi agar memiliki daya dukung maksimal para personel TNI yang bertugas.

Pihak TNI dan PT Freeport Indonesia menyebutkan bahwa fasilitas seperti microwave, pemanas air, dan lainnya sudah ada sehingga mencukup kebutuhan. 

“Ini menjadi titik awal kerjasama PT Freeport Indonesia, kami akan terus evaluasi bersama operasi pengamanan obvitnas yang digelar,” kata dia.

Sebelumnya pada pertengahan Maret lalu, Andika menyetujui pembangunan pos pengamanan baru, yakni di Mile 62 dan 63. Pembangunan ini menyusul seringnya kejadian kontak senjata dari Pos 60 sampai 64.