LIPUTAN KHUSUS:

Trans Papua Jalur Mameh-Windesi Sepanjang 36 Km Lanjut Tahun Ini


Penulis : Tim Betahita

Proyek Trans Papua dilanjutkan sepanjang 36 kilomter untuk tahun anggaran 2022.

Hutan

Senin, 23 Mei 2022

Editor : Kennial Laia

BETAHITA.ID -  Pemerintah melanjutkan proyek strategis nasional jalan Trans Papua jalur Mameh-Windesi. Sepanjang 36 kilometer ditargetkan rampung pada tahun anggaran 2022.

Menurut Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Papua Barat Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, jalur Mameh-Windesi dengan total 120 kilometer akan selesai pada 2024.

Hingga saat ini telah dilakukan pengaspalan sepanjang 13 kilometer pada segmen satu dan 7 kilometer pada segmen kedua di Jalur Mameh-Windesi.  

“Proyek strategis nasional jalan Trans Papua Barat jalur Mameh-Windesi pembangunannya dilakukan secara bertahap sesuai usulan anggaran,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.1 Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah IV Bintuni Papua Barat Zaki Akram di Manokwari seperti dikutip Tempo, Sabtu, 21 Mei 2022. 

Jalan Trans Papua, membentang dari Sorong, Papua Barat hingga Merauke, Papua. Foto: Kementerian PUPR

Menurut Zaki, tahun anggaran 2022 akan menambahkan 36 kilometer dalam dua tahap pengerjaan, yakni segmen pertama sepanjang 26 kilometer dan segmen kedua 10 kilometer.

“Untuk tahun anggaran 2022 ini kami pastikan 36 kilometer dalam dua segmen akan tuntas sebelum kontraknya berakhir pada 31 Desember,” ujarnya.

Trans Papua dan Papua Barat merupakan salah satu proyek strategis nasional, yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Dengan target sepanjang 3.462 kilometer, rutenya membentang dari Wilayah Adat Domberai, Sorong, Papua Barat, hingga Bumi Anim Ha di Merauke Papua.    

Zaki menambahkan beberapa kendala termasuk kondisi alam, letak geografis, dan akses telekomunikasi di area blank spot tidak menyurutkan proyek tersebut.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Menteri Basuki Hadimuljono menyebut proyek tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

“Infrastruktur ini akan membuka wilayah yang masih terisolasi selama ini, serta meningkatkan akses dan konektivitas baik dari darat maupun multimoda,” kata Basuki.