"Kucing hutan tersebut ditemukan di lahan perkebunan milik warga pada 2 Agustus kemarin. Saat itu warga berniat membetulkan sumur," ujar Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Jampang Tengah, Dadi Supardi kepada sukabumiupdate.com, Selasa (4/8/2020).
Pria yang akrab disapa Idad itu mengatakan, kucing hutan yang diperkirakan masih berusia beberapa bulan itu sempat dipelihara warga selama dua hari.
"Begitu dapat informasi ada kucing hutan, langsung ke lokasi di Kampung Bungur. Dengan sukarela, warga menyerahkannya kepada kami, dan diteruskan ke komunitas Probumi untuk diserahkan ke Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC) Nyalindung, Kabupaten Sukabumi," katanya.
Asep Has dari komunitas kemanusiaan dan lingkungan Probumi membenarkan telah menyerahkan seekor kucing hutan alias meong congkok yang berjenis kelamin jantan tersebut.
"Tadi juga langsung diserahkan ke PPSC untuk dirawat. Setelah besar dan bisa berburu mencari makan sendiri akan dilepasliarkan ke hutan," kata Asep Has.
"Kemungkinan bayi Meong Congkok ini berumur satu bulan, dan terlepas dari induknya. Terima kasih kepada semua pihak yang masih peduli, kucing hutan sekarang ini sudah mulai langka," katanya.
SUKABUMIUPDATE.COM | TERAS.ID