LIPUTAN KHUSUS:

Beberapa Bulan Hujan, 22 Kali Banjir di Negeri Tanah Alas


Penulis : Gilang Helindro

Perambahan hutan di sekitar DAS menjadi penyebab bencana hidrologi di Negeri Tanah Alas Aceh Tenggara akhir-akhir ini.

Hutan

Minggu, 10 Desember 2023

Editor : Yosep Suprayogi

BETAHITA.ID -  Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh meminta aparat penegak hukum menindak para perambah hutan di kawasan Jambur Latong, Gampong Peseluk Pesimbe, Kecamatan Deleng Pokhkison, Kabupaten Aceh Tenggara. Afifuddin Acal, Kepala Divisi Advokasi dan Kampanye Walhi Aceh mengatakan, perambahan hutan itu berdampak serius terhadap bencana hidrologi di Aceh Tenggara yang terjadi akhir-akhir ini.

Afif menyebut, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), hingga Oktober 2023 jumlah banjir sudah mencapai 19 kali. Bila dihitung hingga November 2023, lebih 22 kali banjir terjadi di Negeri Tanah Alas.

“Sedangkan angka pada 2022 sebanyak 30 kali kejadian. Jadi kami perkirakan, jumlah kejadian lebih banyak dari tahun sebelumnya jika dimasukkan data kejadian Desember 2023,” kata Afif, Kamis, 7 Desember 2023.

Afif mengatakan, pembukaan jalan Jambur Latong - Langkat, Sumatera Utara, sepanjang 18,52 kilometer melintasi Hutan Lindung sepanjang 7,75 kilometer, telah mempermulus praktek illegal logging maupun kejahatan lingkungan lainnya. Akibatnya, ujar dia, terjadi bencana hidrologi, terlebih Aceh Tenggara memiliki riwayat bencana banjir bandang yang cukup parah. Ditambah lagi kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Alas Singkil rusak parah saat ini, yang menduduki peringkat pertama di Aceh sebagai DAS yang harus diperbaiki.

Berdasarkan data acehdata.digdata.id, sisa tutupan hutan di DAS Alas Singkil pada 2022 seluas 421,531 hektare, sebelumnya berdasarkan SK580 seluas 1.241.775 hektare. Dok: Google Earth

Berdasarkan data acehdata.digdata.id, sisa tutupan hutan di DAS Alas Singkil pada 2022 seluas 421,531 hektare. Sebelumnya berdasarkan SK580 seluas 1.241.775 hektare. “Terjadi kehilangan sekitar 820,244 hektare. Ini menunjukkan tutupan hutan tersisa 34 persen,” ungkap Afif.

Afif menjelaskan, dengan hilangnya tutupan hutan di DAS mencapai 66 persen, tidak mengherankan banjir menjadi langganan setiap akhir tahun di Kabupaten Aceh Tenggara.

”Begitu juga berdampak sampai ke hilir yang melintasi DAS tersebut, yaitu Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Gayo Lues dan Kota Subulussalam,” kata Afif.