LIPUTAN KHUSUS:

Pertama Kalinya Mikroplastik Ditemukan dalam Paru-Paru Manusia


Penulis : Tim Betahita

Mikroplastik ditemukan pertama kalinya dalam paru-paru manusia yang masih hidup.

Lingkungan

Jumat, 08 April 2022

Editor : Sandy Indra Pratama

BETAHITA.ID -  Polusi mikroplastik ditemukan untuk pertama kalinya di dalam paru-paru manusia. Menurut studi terbaru, partikelnya terdapat di hampir semua sampel yang dianalisis.

Berbagai studi oleh para ilmuwan telah mengungkap bahwa mikroplastik ada di seluruh permukaan planet bumi. Akibatnya, paparan terhadap manusia tidak dapat dihindari dan meningkatkan bahaya terhadap kesehatan.

Studi tersebut mempelari sampel jaringan yang diambil dari 13 pasien yang menjalani operasi. Hasilnya, mikroplastik ditemukan pada 11 kasus. Partikel paling umum adalah polypropylene, digunakan dalam kemasan plastik dan pipa. Lalu ada PET, yang digunakan dalam botol.

Sebelumnya, para ilmuwan menemukan bahwa mikroplastik terdeteksi dalam darah manusia untuk pertama kalinya pada Maret 2022. Studi menunjukkan partikel dapat mengalir ke seluruh tubuh dan bersarang di organ. Dampaknya terhadap kesehatan masih belum diketahui. 

Mikroplastik dalam berbagai ukuran. Foto: oceanbites

Namun para peneliti khawatir lantaran mikroplastik menyebabkan kerusakan sel manusia dalam penelitian laboratorium. Selain itu, partikel polusi udara sudah diketahui masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan jutaan kematian dini setiap tahun.

“Kami tidak menyangka akan menemukan jumlah partikel tertinggi di bagian bawah paru-paru, atau partikel dengan ukuran yang kami temukan,” kata Laura Sadofsky, penulis laporan dari sekolah kedokteran Hull York di Inggris, dikutip The Guardian, Rabu, 6 April 2022.

“Ini mengejutkan karena saluran udara lebih kecil di bagian bawah paru-paru dan kami berharap partikel dengan ukuran ini akan disaring atau terperangkap sebelum menjadi sedalam ini.”

“Data ini memberikan kemajuan penting di bidang polusi udara, mikroplastik, dan kesehatan manusia,” kata Sadofsky. Menurutnya, informasi tersebut dapat digunakan untuk menciptakan kondisi yang realistis bagi eksperimen laboratorium untuk menentukan dampak kesehatan terhadap manusia. 

Penelitian tersebut, yang akan diterbitkan di jurnal Science of the Total Environment, menggunakan sampel jaringan paru-paru yang sehat hingga yang akan dioperasi. Peneliti menganalisis partikel hingga ukuran 0,003mm dan menggunakan spektroskopi untuk mengidentifikasi jenis plastik. Ini juga menggunakan sampel kontrol untuk memperhitungkan tingkat kontaminasi latar belakang.

Berbagai penelitian telah menemukan bahwa manusia kini menghirup mikroplastik lewat udara, serta mengonsumsinya lewat air dan makanan.