Seto mengatakan dari hasil observasi yang dilakukan oleh petugas dari BKSDA Maluku, PSPL Sorong dan DKP Provinsi Maluku, diketahui satwa tersebut memiliki panjang 320 cm, lingkar badan 226 cm dan berjenis kelamin jantan.
Diperkirakan satwa tersebut mati diakibatkan karena terdampar ke wilayah karang-karang yang berada di sekitaran pantai tersebut. “Hal ini diperkuat dengan kondisi tubuh satwa tersebut terdapat banyak bekas luka yang diakibatkan oleh gesekan benda tumpul seperti karang dan bebatuan,” kata Seto.
Menurut Seto, wilayah Perairan Salahutu merupakan salah satu habitat dari satwa dugong datau duyung. Masyarakat sekitar sering menemukan satwa tersebut sedang bermain dan mencari makan di wilayah perairan Salahutu. “Bangkai Dugong sudah dimusnahkan dengan cara dikubur di sekitar Kandang Transit Passo,” kata Seto.





